Sabtu, 31 Maret 2012

disconecting switch (PMS)


SAKLAR PEMISAH
D
I
S
U
S
U
N
OLEH : KELOMPOK II
BINNARO HUTAHAEAN
IVAN DANIEL PASARIBU
JEKSON PASARIBU
SAPUTRA LUMBAN BATU
JASELTON



PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2012
Disconnection Switch
(Saklar Pemisah)
1. PENDAHULUAN
            Disconnecting Switch, merupakan alat pemutus rangkaian yang dioperasikan secara manual, karena waktu pemutusan terjadi sangat subyektif, tergantung pada subyek operatornya. Hal ini merupakan alasan utama, mengapa Disconnecting Switch tidak boleh dioperasikan pada saat rangkaian dalam keadaan dilalui arus beban.

            Disconnencting switch adalah saklar pemutus yang didesain tidak bias terbuka pada saat arus beban yang melewatinya masih ada. Biasanya disconnencting switch dipasang untuk mengisolasi peralatan – perlatan yang mungkin tersupply daya besar. Disconnencting switch biasanya dilengkapi dengan peringatan visual untuk keamanan para pekerja, dengan kata lain pada saat keadaan saklar terbuka atau tidak ada arus beban yang mengalir maka visual sign akan menyala untuk memberitahukan keadaan aman dan sebaliknya.
            Disconnencting switch harus benar - benar tertutup untuk mencegah kemungkinan munculnya bunga api antara pisau penghubung dengan klip penjepitnya, yang jika terjadi hal – hal tesebut akan membahayakan operator. Tugas utama alat ini umumnya digunakan untuk memutus rangkaian dalam rangka perbaikan atau pemeliharaan. Saklar pemisah merupakan suatu peralatan yang merupakan pasangan circuit breaker. Fungsi saklar pemisah yaitu memisahkan suatu bagian beban dari sumbernya pada keadaan tidak berarus, sehingga dapat dilihat atau dipisahkan dengan pasti bagian yang hidup dengan bagian yang tidak. Hubungan rangkaian pemutus daya dan saklar pemisah adalah menempatkan pemutus daya diantara dua buah saklar pemisah.
            Disconnecting switch juga digunakan untuk mengisolasi peralatan seperti terminal ( buses ) atau peralatan listrik yang lain, juga untuk memisahkan kelompok kelompok feeder dengan tujuan maintenance atau pengetesan. Untuk perbaikan disconnecting switch dilakukan pengetesan fisik dari kerusakan,membersihkan kontak - kontaknya, juga memberikan pelumas pada as dari lengan ( pisau ) pengubungnya. Pada maintenance peralatan – peralatan pada gardu induk biasanya antara beban dan sumber daya dari gardu induk diputus oleh Disconnecting switch. Hal ini untuk menjaga keamanan dari para pekerja yang melaksanakan perbaikan atau perawatan. Karena difungsikan untuk memisahkan bagian yang bertegangan dan tidak maka disconnecting switch ini pada sisi yang tidak bertegangan dipasang grounding yang berguna untuk membuang sisa energi ( kapasitansi ) yang tersimpan pada konduktor, sistem grounding dan close dari disconnecting switch ini saling interlocking. Hal
ini untuk menghindari short circuit.
            Selain itu disconnecting switch tidak didiesain sebagai pemutus tegangan seperti CB-CB yang terdapat pada panel atau gardu induk, oleh karena itu diconnecting switch harus dilengkapi dengan pemutus beban, dan bekerjanya dengan urutan tertentu yaitu pembukaan saklar pemisah selalu didahului oleh pembukaan pemutus daya dan menutupnya pemutus daya sesudah saklar pemisah ditutup. Kerja dari disconnecting switch pun harus setelah CB benar –benar open atau tidak ada daya yang mengalir ke disconnecting switch, atau dapat dikatakan kerja dari disconnecting switch dan circuit breaker adalah interlocking juga. Pemisah atau disconnecting switch digunakan untuk menjamin keamanan para pekerja pada saat melakukan pekerjaan yang menyangkut tegangan listrik, dan juga memberikan efisiensi karena harganya yang lebih murah dibandingkan harga circuit breaker. Beberapa fungsi dari saklar pemisah atau disconnecting switch adalah :
Untuk mengisolir pemutus daya pada saat dilakukan pemeliharaan pemutus daya.
Sebagai komponen simpangan (bypassing) dari pemutus data guna menjamin kontinuitas penyaluran daya pada saat dilakukan pemeliharaan pemutus daya.
Untuk memutuskan dan menghubungkan rel daya dan transformator daya dalam keadaan tanpa beban





Sistem Kerja Disconnection switch
 
Gambar  Lokasi penempatan saklar pemisah

            Dari gambar diatas , dapat ditunjukkan peranan saklar pemisah dalam perawatan peralatan sistem tenaga listrik. Jika pemutus daya circuit breaker (CB1) hendak dirawat , maka kedua saklar pemisah DS1 dan DS2 harus dibuka agar CB1 benar benaar bebas dari tegangan tinggi , baik yang berasal dari sumber maupun yang berasal dari induksi muatan pada kawat transmisi.        Sebenarnya tegangan pada CB1 dapat ditiadakan dengan membuka CB2 dan DS2 , tetapi kawaat transmisi dapat bertegangan karena adanya induksi muatan yang diakibatkan awan bermuatan disekitarnya atau karena sambaran petir . oleh karena itu, agar CB1 benar – benar bebas dari tegangan , maka CB1 harus dipisahkan dari jaringan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuka DS1 dan DS2 serta membumikan terminal jaringan dengan saklar pembumian.
2.Interlock Saklar Pemisah
            Kesalahan operasi saklar pemisah (disconnect switch)dapat menimblkan kerusakan pada peralatan sistem lainnya, sehingga biaya pemeliharaan bertambah. Untuk mencegah kesalahan operasi , dibuat interlock antara saklar pemisahdengan pemutus daya dan antara saklar pemisah dengan saklar pembumian.
 
Skema pemasangan saklar pemisah



 



Keterangan : SP = Saklar Pemutus
                        PD = Pemutus Daya
                        SB = Saklar Bumi
Gambar Jaringan keluaran suatu sistem

Untuk sistem seperti pada gambar diatas , interlock harus memenuhi syarat – syarat di bawah ini :
·        Saklar pemisah (SP) tidak dapat ditutup sebelum pemutus daya (PD) terkunci pada posisi terbuka.
·        Saklar Pembumian (SB) dapat ditutup hanya saat saklar pemisah terkunci pada posisi terbuka dan tidak ada busur api
·        Saklar Pemisah (SP) dapat ditutup hanya saat pemutus daya dan saklar pembumian dalam keadaan terbuka.
·        Pemutus daya hanya dapat ditutup setelah semua saklar pemisah terkunci dalam posisi tertutup atau dalam posisi terbuka.

3. Konstruksi Saklar Pemisah

            Dilihat dari jumlah kutubnya , saklar pemisah dibagi atas dua jenis , yaitu saklar pemisah kutub tunggal dan saklar pemisah tiga kutub. Berdasakan pemasangannya dibagi atas dua jenis :
Tiga isolator pendukung , pendukung tengah berputar ,pemisah ganda
Dua isolator pendukung, pemisah tunggal
Gambar dari kedua saklar pemisah di atas ditunjukkan pada gambar dibawah ini
PMS dua isolator pemisah tunggal
 
PMS tiga isolator pemisah ganda Saklar

 
            Saklar pemisah di atas mempunyai dua saklar, yaitu saklar utama dan saklar pembumian. Dalam prakteknya , setelah saklar utama dibuka ,saklar pembumian ditutup.
            Kedua saklar ini mempunyai hubungan interlock, sehingga saklar pembumian dapat ditutup setelah saklar utama terbuka dan saklar utama tidak dapat ditutup sebelum saklar pembumian dibuka.
            Pengoperasian saklar dapat dilakukan dengan manual atau dengan peralatan elektro – mekanik. Jika dioperasikan dengan elektro – mekanik maka pengoperasian dapat dilakukan di lokasi pemasangannya atau dari ruang control. Saklar pemisah juga dilengkapi dengan kontak bantu untuk keperluan indikasi posisi dari kontak. Jika kekuatan dielektrik antara fasa dengan fasa dan antara terminal dengan terminal pada kutub yang sama lebih tinggi daripada kekuatan dielektrik ketanah , maka saklar pemisah dilengkapi dengan sela pelindung.

4.Data pengenal saklar pemisah
Saklar pemisah dapat dibuat berkutub tunggal atau berkutub tiga dan ditandai dengan halhal dibawah ini:
a.      Tegangan
b.      Tingkat isolasi
c.       Frekuensi
d.      Arus normal
e.      Arus hubung singkat maksimum
f.        Tekanan
g.      Tegangan untuk peralatan kontrol dan indikator

Tanda-tanda pengenal diats tergantung pada standart yang di anut dan menurut standart  DIN VDE 0670 adalah sebagai berikut
            Tegangan pengenal suatu saklar pemisah ditetapkan sama dengan tegangan sistem tertinggi antara laian adalah 3,6, 7,2, 12, 17,5, 24, 36, 52, 72,5, 100, 123, 145,  170, 245, 300, 362, 420, 525, dan 765 kv.

Tabel .Pengenal tingkat isolasi saklar pemisah

Tegangan pengenal kv
Ketahanan tegangan ac 50 Hz 1 menit
Ketahanan tegangan impuls
Standart 1,2/50 uS
Ketanah dan
Antar kutub
Antara titk
Yang dipisahkan
Ketanah dan antar kutub
Antara titik yang dipisahkan
3,6
10
12
20/40*
23/46*

7,2
20
23
40/60*
46/70*
12
28
32
60/75*
70/80*
24
50
60
95/125*
110/140*
36
70
80
145/170*
165/195*
72,5
140
160
325
275
145
185
210
450
520
245
360
415
850
950

Arus pengenal standar saklar pemisah yang ditemui saat ini antara lain adalah :
200,400,630,800,1250,1600,2000,2500,3150,4000,5000,6300 A.Arus hubung singkat maksimum adalah arus hubung singkat tertinggi yang dapat dipikul saklar pemisah selama 1 detik. Menurut standar yang ada besarnya adalah : 8,10,12,5, 16, 20, 25, 31,5, 40, 50, 63, 100 kA.

5.Pengujian saklar pemisah
Pengujian saklar pemisah ada dua macam ,yaitu uji jenis dan uji rutin.
Uji jenis terdiri dari atas :
a.      Pengujian tegangan tinggi impuls
b.      Pengujian tegangan tinggi ac
c.       Pengujian perangkat kontrol
d.      Pengujian temperatur
e.      Pengukuran tahanan kontak
f.        Pengujian hubung singkat
g.      Pengujian saklar pembumian
h.      Uji pengoperasian
i.        Pengujian ketahanan mekanik

Sedang uji rutin terdiri atas:
a.      Pengujian tegangan tinggi ac
b.      Pengujian perangkat kontrol
c.       Pengujian temperatur
d.      Pengukuran tahanan kontak

Prosedur dan tegangan pengujian harus mengacu pada standar pengujian yang dianut.


6. spesifikasi saklar pemisah

            Dalam setiap pembelian saklar pemisah, perlu diberikan keterangan mengenai hal-hal di bawah ini :
a.      Tegangan dan frekensi nominal sistem, dan sistem pembumian
b.      Keadaan lingkungan yang menyangkut : temperatur, ketinggian, kelembapan, polusi, dan keadaan khusus lainnya
c.       Jenis pasangan : pasangan luar atau pasangan dalam dan batas dimensi
d.      Jenis isolasi yang diinginkan
e.      Informasi pengenal tegangan , frekuensi, arus normal, jumlah kutub, dan waktu maksimum arus hubung singkat.
f.        Informasi yang berhubungan dengan konstruksi antara lain :
1.      Pengoperasian
2.      Tata letak pemasangan
3.      Jarak  antar fasa
4.      Ruang untuk operator
5.      Sela pelindung
6.      Interlock
7.      Jumlah dan jenis kontak bantu
           
            Pembelli setidak-tidaknya memproleh spesifikasi serta gambar gambar teknis yang rinci tentang hal-hal dibawah ini:
a.      Pengenal :
1.      Jumlah kutub
2.      Jumlah posisi kontak
3.      Teganngan
4.      Arus normal
5.      Frekuensi
6.      Arus hubung singkat maksimum

b.      Sertifikat dan laporan hasil pengujian

c.       Persyaratan konstruksi meliputi :
1.      Jumlah pemisah perkutub
2.      Jarak pemisah perkutub
3.      Jenis kontak
4.      Pasangan luar atau pasangan dalam
5.      Media pemisah kontak
6.      Jarak bebas kutub dan antar bagian-bagian yang berbeda tegangan
7.      Jumlah tanki
8.      Jenis dan prosedur pengoperasian
9.      Tegangan catu daya untuk peralatan bantu
10. Daya untuk pengoperasian
11. Jumlah(volume) dan tekanan udara atau minyak yang dibutuhkan untuk pengoperasiannya

d.      Waktu pengoperasian membuka dan menutup

           


Cara Pemasangan Disconnecting Switch
            Sukar atau mudahnya pemeliharaan ditentukan oleh metode penempatannya. Sebaiknya saklar pemisah diletakkan pada tempat yang aman dan mudah dicapai guna pemeliharaan. Untuk mengamankan operator sewaktu
dilakukan pemeliharaan peralatan, maka saklar pemisah dilengkapi dengan saklar pentanahan (earthing switch). Saklar pentanahan dipasang antara bagian yang bertegangan dari saklar pemisah dengan konduktor yang
ditanahkan. Saklar pentanahan dapat ditutup hanya jika saklar pemisah telah dibuka. Untuk menjamin hal tersebut maka saklar pemisah dengan saklar pentanahan dipasang saling mengunci (interlock). Meskipun Disconnecting Switch tidak dimaksudkan untuk memutuskan arus beban nominal maupun arus hubung singkat akan tetapi memenuhi persyaratan tertentu.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi :
·        Mempunyai kapasitas arus nominal 15% diatas arus beban penuh.
·        Harus sanggup menahan tegangan nominal hingga tegangan 10% diatas gangguan nominal.
·        Dalam keadaan tertutup harus mampu menahan momentary current pada waktu terjadi hubung singkat.
·         Dapat menahan timbulnya beban termis dan gaya elektrodinamis yang timbul pada saat terjadinya gangguan hubung singkat.




Kesimpulan.
·        Disconnecting switch digunakan untuk mengamankan sistem pada saat tidak berbeban.
·        Disconnecting switch bukan merupakan pengaman sistem.
·        Disconnecting switch hanya akan membuka pada saat CB benar – benar terbuka.
·        Disconnecting switch dilengkapi dengan Grounding untuk membuang sisa energi listrik pada penghantar.
·        Disconnecting switch mempunyai sistem interlock dengan grounding.
·        Parameter – parameter yang diperlukan lebih didasarkan pada kekuatan DS untuk menahan arus dan tegangan pada saat terbuka dan menyalurkan arus dan tegangan dengan baik pada saat berbeban.













Daftar Pustaka
L bonggas Tobing.2003.” Peralatan Tegangan Tinggi ”.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama
Library.gunadarma.ac.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar